Saat Manajer Premier League Melakukan Protes

Saat Manajer Premier League Melakukan Protes – Di musim yang berjalan sangat kompetitif, area teknis pertandingan kini lebih sering diekspos oleh manajer.

Interpretasi yang simpel dari seorang asisten wasit ataupun wasit itu sendiri bisa berefek besar pada pada manajer, membuat temperamen mereka naik seperti petarung di ring tinju. Dan itu semua mengubah sifat para manajer. Standar kesopanan para manajer di Premier League menurun, dengan teriakan, umpatan, komplain secara fisik dan sindiran menjadi hal biasa yang bisa kita saksikan. Jadi apa yang biasanya dipikirkan oleh para manajer di pinggir lapangan?

Berada beberapa meter di pinggir lapangan dan juga dengan sedikit kontrol dalam permainan timnya di lapangan, “kesalahan” yang dilakukan wasit bisa membuat manajer gelap mata.

Mungkin ungkapan saya terdengar berlebihan, tapi menurut psikologis Dr Mark Nesti yang telah bekerja dengan 14 manajer Premier League dan Championship berpendapat lain.

“Tak peduli apa yang mereka katakan pada anda, pada beberapa momen tertentu beberapa manajer akan mengakui bahwa mereka tidak punya kontrol akan sesuatu yang terjadi di lapangan, dan hal itulah yang membuat tekanan pada mereka bertambah besar,” kata Nesti dari John Moores University di Liverpool.

Bahkan seorang Sir Alex Ferguson pernah berseteru dengan Mancini saat pertandingan Derby Manchester.

“Seorang manajer, dengan kesuksesan besar, akan mencurahkan seluruh energi pada pekerjaannya dan nasibnya akan ditentukan oleh pertandingan yang hanya berlangsung selama 90 menit. Pasti mereka membenci kenyataan itu,” kata Nesti dalam wawancaranya.

“Yang beredar dipikiran manajer adalah : pada pertandingan ini, satu kali saja dalam seminggu dimana saya tak punya kontrol akan apa yang terjadi di lapangan. Saya merasa seolah tak berdaya selama 90 menit pertandingan berlangsung bila semua tak sesuai dengan rencana.”

Rasa tak berdaya itu mungkin akan bertambah besar seiring kenyataan bagi beberapa klub untuk menjauhi zona relegasi dan disisi lain, klub yang mengejar gelar juara dipapan atas.

Enam poin memisahkan antara  11 klub yang berada di papan atas, dengan peringkat keenam Tottenham Hotspurs berada delapan poin dibelakang pemuncak klasemen Arsenal.

Hanya tiga manajer di Premier League yang telah menangani timnya selama lebih dari dua musim. Salah satunya adalah Sam Allardyce yang harus memulai musim dengan fakta bahwa timnya sekarang berada di zona relegasi.

Dengan kondisi tersebut, tak mengherankan bahwa temperamen manajer terkadang meledak di pertandingan. Berikut daftar kasusnya :

Kasus yang ditangani FA dengan manajer yang mengkritik serta melawan ofisial dan pengawas teknis pertandingan
Up date hingga tanggal 3 Januari tiap musim. Sumber: Football Association
2013-14 2012-13 2011-12
Premier League 6 2 2
Championship 5 1 5
League One 5 2 4
League Two 4 0 7
Conference 3 5 3
Totals 23 10 21

“Seluruh nasib pekerjaanmu harus ditentukan dalam waktu 90 menit, dan saat kamu melihat ketidakadilan, pasti dirimu tampak menjadi seorang berkepribadian lain,” komentar Neil Warnock yang pernah terlihat marah saat pelatihnya tak menuruti intruksi yang dia berikan.

Dengan mengerti kondisi psikologis yang dialami oleh manajer, mungkin para fans klub sepakbola bisa bersabar saat melihat tim pujaannya meraih hasil yang kurang memuaskan. Karena manajer klub sepakbola hanyalah manusia biasa ..