Mourinho: Saya Sudah Mengalami Semua

Mourinho Saya SUdah Mengalami Semua

Mourinho: Saya Sudah Mengalami Semua – Pelatih Chelsea Jose Mourinho menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam sepakbola belakangan ini. Bagi sang ahli strategi asal Portugal itu mengklaim kalau persaingan di musim kompetisi 2013-14 jauh lebih sengit dibandingkan periode sebelumnya.

Mourinho, 50 tahun, menangani Chelsea untuk kedua kali dalam karirnya dan kini tengah mengincar gelar ketiganya di kancah Liga Premier, setelah enam tahun melalangbuana di kompetisi negara lain.

Memenangkan trofi Liga Premier tahun ini tentu merupakan sesuatu hal yang menarik ketimbang merebut untuk pertama kali setelah 50 tahun berpuasa gelar pada musim 2004-05 lalu, dan Mourinho yakin, kali ini masa transisi akan jauh lebih banyak dirasakannya.

Ia mengatakan: “Saya selalu mengatakan bahwa pekerjaan saya saat ini berbeda ketimbang di waktu lalu. Saya telah melakukan segenap kemampuan terbaik untuk tim ini di waktu lalu.

“Saya memilih bergabung ke sini bukan sekadar liburan. Tetapi justru memberikan apa yang bisa saya berikan yang terbaik demi klub dan skuad ini mungkin belum dapat memenuhi tujuan yang diperkirakan oleh banyak pihak, yang merupakan tujuan mulia kami.

“Saya berada dalam karir terbaik yang saya miliki, kemungkinan yang terbaik, dengan usia kepelatihan yang terbilang masih muda namun sudah memiliki segudang pengalaman, di mana tidak ada sesuatu hal yang baru bagi saya di dunia sepakbola.

“Segala sesuatu yang terjadi dalam diri saya seperti terulang kembali. Sepertinya saya mengulangi suatu perjalanan. Saya pribadi tidak ada masalah, dan hal ini justru menyenangkan.”

Sejak kepergian Mourinho, hanya pelatih Carlo Ancelotti saja yang sukses dalam mempersembahkan gelar Liga Premier bagi The Blues dan beberapa pihak mencoba dan terus mencoba, tetapi tidak ada pelatih tepat yang bisa mewujudkan hal tersebut.

Mourinho, yang untuk kedua kalinya takluk dari Basel dalam satu musim kompetisi di Liga Champions, mengetahui bahwa kali ini posisinya tidak kebal terhadap pemecatan dalam prospek meninggalkan tim asuhannya untuk kedua kali dalam karir kepelatihannya.

“Ketika anda seseorang pribadi yang kerap kali menaruh sebuah tekanan kepada diri anda sendiri, maka saya tidak berpikir kalau anda harus khawatir dengan segala sesuatu hal,” ungkap Mourinho.

“Saya merupakan seorang pelatih yang dari tahun ke tahun, musim yang satu ke musim berikutnya, tanpa perubahan. Ketika saya kalah, tentu saya tidak senang, namun ketika tim ini menang, maka kesukacitaan yang mewarnai di dalamnya.

“Ketika saya menelan kekalahan, maka saya ingin menuntaskan pertandingan berikutnya dengan kemenangan. Tetapi ketika kembali mengalami kekalahan, maka saya ingin sesi latihan mendatang jauh lebih baik.”

Mourinho menganggap bulan Desember merupakan momen penting dalam karir kepelatihannya dan juga pencapaian Chelsea di tengah musim.

Mengetahui kemampuan menyerang Chelsea yang sangat baik, membuat pihak lawan tampil dengan permainan bertahan bila menghadapi The Blues di Stamford Bridge.